Saturday, November 24, 2012

Berbagai Pendekatan Psikologi tentang Perilaku Manusia



 Psikologi juga memiliki pendekatan-pendekatan yang berbeda untuk melihat perilaku manusia. Setiap pendekatan memandang manusia dengan cara berlainan. Berikut lima pendekatan psikologi :

1.       Pendekatan Neurobiologis adalah pendekatan yang mencoba menjelaskan hubungan antara perilaku yang dapat diamati dan kejadian-kejadian mental (seperti pikiran dan emosi) menjadi proses biologis. Misalnya : reaksi emosi, seperti takut dan marah.

2.       Pendekatan Psikoanalisis menurut SIGMUND FREUD (1856-1939) orang pertama yang memperkenalkan psikoanalisis. Psikoanalis adalah perilaku manusia yang ditentukan oleh insting bawaan yang sebagian besar tidak disadari. Proses ketidaksadaran ini adalah proses terpengaruhnya perilaku oleh pikiran, ketakutan atau keinginan-keinginan yang tidak disadari oleh orangnya.
Dalam pandangan psikoanalisis, kepribadian manusia merupakan interaksi antara Id, Ego, dan Superego.
o   Id dimaksudkan sebagai nafsu yang memuat dorongan-dorongan biologis manusia. Contoh : Id-lah yang mendorong kita untuk makan dan minum.
o   Ego bergerak atas prinsip realitas adalah struktur kepribadian yang membawa kita untuk menjejak pada kenyataan sosial. Oleh sebab itu, Ego pulalah yang membuat keinginan-keinginan kita terpenuhi. Sebaliknya, Id hanya akan menghasilkan sejumlah keinginan, bukan memenuhinya.
o   Superego dipandang sebagai polisi kepribadian, hati nurani yang berupaya mewujudkan keinginan-keinginan ideal kita, yaitu norma-norma sosial dan kultural masyarakat kita.
                                Jadi, perilaku manusia adalah hasil interaksi Id, Ego, dan Superego.
3.       Pendekatan perilaku (behaviorisme) adalah pendekatan yang sangat bermanfaat untuk menjelaskan persepsi interpersonal, konsep diri, eksperimen, sosialisasi, kontrol sosial, serta ganjaran dan hukuman, behaviorisme menganalisis perilaku manusia hanya berdasarkan perilaku yang tampak dan dapat diukur.
Behaviorisme percaya bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari proses belajar. Manusia belajar dari lingkungannya dan dari hasil belajar itulah ia berperilaku.

4.       Pendekatan Kognitif adalah pendekatan yang menanggapi keresahan orang ketika behaviorisme (pendekatan S-R) tidak mampu menjawab mengapa ada orang yang dapat berperilaku berbeda dari lingkungannya, yakni karena ia memiliki motif pribadinya sendiri. Psikologi kognitif berpendapat bahwa manusia bukan hanya penerima stimuli yang pasif. Mental manusia mengolah informasi yang diterimanya dan mengubahnya menjadi bentuk-bentuk baru dan memilihnya ke dalam kategori-kategori. Pendekatan ini melihat manusia sebagai makhluk yang selalu berpikir.

5.       Pendekatan Humanistik berpendapat bahwa manusia bukan sekedar wayang yang sibuk mencari identitasnya, namun ia juga berupaya mencari makna, baik makna kehidupannya, makna kehadirannya dilingkungan, serta apa yang dapat diberikannya kepada lingkungan. Psikologi humanistik menekankan kreativitas, vitalitas emosi, eutentisitas, da pencarian makna di atas kepuasan materi (Rakhmat, 2003). Psikologi humanistik berpendapat bahwa manusia bebas untuk memilih dan menentukan tindakannya sendiri.

 itulah pembahasan Pendekatan psikologi yang sudah saya rangkum ^^

Cr : buku PSIKOLOGI KOMUNIKASI, Nina M. Armando


Konsep Diri (Self-Concept)



Konsep diri adalah pikiran dan keyakinan seseorang mengenai dirinya sendiri.
 William D. Brooks mendefinisikan konsep diri sebagai “persepsi yang bersifat fisik, sosial, dan psikologis, mengenai diri kita, yang didapat dari pengalaman dan interaksi kita dengan orang lain”.
Jadi, konsep diri adalah pandangan dan perasaan tentang diri kita.

Sumber-sumber Konsep Diri
*      Self-Esteem (Harga Diri)
adalah penilaian, baik positif atau negatif, individu terhadap diri sendiri. Tingginya self-esteem merujuk pada tingginya estimasi individu atas nilai, kemampuan, dan kepercayaan yang dimilikinya.
Harga diri merupakan salah satu komponen konsep diri. Menurut Rakhmat Konsep Diri mempunyai dua komponen. Yaitu komponen kognitif dan komponen afektif.
Contoh :
Komponen kognitif : “Saya ini bodoh” dan komponen afektifnya : “Saya senang saya bodoh, ini lebih baik bagi saya” atau
Komponen kognitif : “Saya ini bodoh” tetapi komponen afektifnya : “Saya malu sekali karena saya bodoh”. Komponen afektif itulah yang disebut harga diri. Adapun komponen kognitif disebut self-image (citra diri).

*      Social Evaluation (Penilaian Sosial)
Proses evaluasi sosial ini termasuk di dalamnya reflected appraisal (pantulan penilaian) atau direct feedback (umpan balik langsung). Apakah itu? Mari kita bahas ^^

Reflected appraisal
Bagaimana orang lain memandanga anda? Bagaimana anda tampil dihadapan orang berdasarkan pertimbangan dari tindakan dan perkataan orang terhadap anda. Dalam banyak hal, pendapat kita tentang diri sendiri adalah cermin (refleksi atau pantulan) dari penilaian nyata orang lain terhadap kita. Dengan menyimpulkan pendapat orang lain tentang anda dan kemudian memakai pendapat tersebut sebagai pendapat anda sendiri maka anda memantulkan penilaian orang lain itu. Pantulan penilaian yang anda lakukan tersebut kemudia masuk ke dalam self-concept anda.

Direct Feedback
Beberapa teori kepribadian menunjukkan pentingnya umpan balik langsung (direct-feedback) bagi aktualitasi diri (self-actualization), yaitu perkembangan terhadap peningkatan kemampuan seseorang. Berdasarkan teori kepribadian humanistis, kemungkinan besar anda akan menjadi orang dewasa yang bahagia dan sehat jika anda menerima direct feedback atau penghargaan secara positif oleh orang lain tanpa syarat bahwa cinta untuk anda tidak bergantung pada prilaku tertentu anda.

Ada lima ciri orang yang memiliki konsep diri positif menurut BROOK dan EMMERT (dalam Rakhmat, 2003) :
1.       Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah.
2.       Ia merasa setara dengan orang lain.
3.       Ia menerima pujian tanpa rasa malu.
4.       Ia menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan, dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat. 

5.       Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya.

 
Kesadaran diri dapat dijelaskan melalu model yang ditawarkan oleh JOSEPH LUFT dan HARRY INGHAM (1984). Model mereka dinamakan JOHARI WINDOW. Dalam JOHARI WINDOW dijelaskan bahwa “diri” manusia terbagi atas empat bagian atau sel (quadrant , jendela, bagian). Tiap-tiap sel itu mewakili bagi “diri” (self) yang berbeda-beda. 


Open Area (wilayah terbuka), Mewakili hal-hal yang diketahui oleh aku dan engkau. Contoh : aku perempuan.
Blind Area (wilayah buta), Menunjukkan hal-hal yang diketahui oleh engkau. Aku tidak tahu. Contoh : aku terlalu ceroboh, aku tidak tahu kekuranganku.
Hidden Area (wilayah tersembunyi), mewakili hal-hal yang hanya diketahui oleh aku dan engkau tidak boleh tahu. Contoh : aku malas belajar.
Unknown Area (wilayah tak dikenal), mewakili hal-hal yang tidak diketahui baik oleh aku maupun engkau. Meskipun sulit untuk diketahui, tetapi harus disadari bahwa bagian diri ini ada dalam diri kita.

itulah rangkuman saya mengenai KONSEP DIRI yang telah dipresentasikan oleh kelompok 4... 
semoga sangat bermanfaat. ^^
Cr : buku psikologi komunikasi Nina M. Armando
Cr picture :