Saturday, November 24, 2012

Konsep Diri (Self-Concept)



Konsep diri adalah pikiran dan keyakinan seseorang mengenai dirinya sendiri.
 William D. Brooks mendefinisikan konsep diri sebagai “persepsi yang bersifat fisik, sosial, dan psikologis, mengenai diri kita, yang didapat dari pengalaman dan interaksi kita dengan orang lain”.
Jadi, konsep diri adalah pandangan dan perasaan tentang diri kita.

Sumber-sumber Konsep Diri
*      Self-Esteem (Harga Diri)
adalah penilaian, baik positif atau negatif, individu terhadap diri sendiri. Tingginya self-esteem merujuk pada tingginya estimasi individu atas nilai, kemampuan, dan kepercayaan yang dimilikinya.
Harga diri merupakan salah satu komponen konsep diri. Menurut Rakhmat Konsep Diri mempunyai dua komponen. Yaitu komponen kognitif dan komponen afektif.
Contoh :
Komponen kognitif : “Saya ini bodoh” dan komponen afektifnya : “Saya senang saya bodoh, ini lebih baik bagi saya” atau
Komponen kognitif : “Saya ini bodoh” tetapi komponen afektifnya : “Saya malu sekali karena saya bodoh”. Komponen afektif itulah yang disebut harga diri. Adapun komponen kognitif disebut self-image (citra diri).

*      Social Evaluation (Penilaian Sosial)
Proses evaluasi sosial ini termasuk di dalamnya reflected appraisal (pantulan penilaian) atau direct feedback (umpan balik langsung). Apakah itu? Mari kita bahas ^^

Reflected appraisal
Bagaimana orang lain memandanga anda? Bagaimana anda tampil dihadapan orang berdasarkan pertimbangan dari tindakan dan perkataan orang terhadap anda. Dalam banyak hal, pendapat kita tentang diri sendiri adalah cermin (refleksi atau pantulan) dari penilaian nyata orang lain terhadap kita. Dengan menyimpulkan pendapat orang lain tentang anda dan kemudian memakai pendapat tersebut sebagai pendapat anda sendiri maka anda memantulkan penilaian orang lain itu. Pantulan penilaian yang anda lakukan tersebut kemudia masuk ke dalam self-concept anda.

Direct Feedback
Beberapa teori kepribadian menunjukkan pentingnya umpan balik langsung (direct-feedback) bagi aktualitasi diri (self-actualization), yaitu perkembangan terhadap peningkatan kemampuan seseorang. Berdasarkan teori kepribadian humanistis, kemungkinan besar anda akan menjadi orang dewasa yang bahagia dan sehat jika anda menerima direct feedback atau penghargaan secara positif oleh orang lain tanpa syarat bahwa cinta untuk anda tidak bergantung pada prilaku tertentu anda.

Ada lima ciri orang yang memiliki konsep diri positif menurut BROOK dan EMMERT (dalam Rakhmat, 2003) :
1.       Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah.
2.       Ia merasa setara dengan orang lain.
3.       Ia menerima pujian tanpa rasa malu.
4.       Ia menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan, dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat. 

5.       Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya.

 
Kesadaran diri dapat dijelaskan melalu model yang ditawarkan oleh JOSEPH LUFT dan HARRY INGHAM (1984). Model mereka dinamakan JOHARI WINDOW. Dalam JOHARI WINDOW dijelaskan bahwa “diri” manusia terbagi atas empat bagian atau sel (quadrant , jendela, bagian). Tiap-tiap sel itu mewakili bagi “diri” (self) yang berbeda-beda. 


Open Area (wilayah terbuka), Mewakili hal-hal yang diketahui oleh aku dan engkau. Contoh : aku perempuan.
Blind Area (wilayah buta), Menunjukkan hal-hal yang diketahui oleh engkau. Aku tidak tahu. Contoh : aku terlalu ceroboh, aku tidak tahu kekuranganku.
Hidden Area (wilayah tersembunyi), mewakili hal-hal yang hanya diketahui oleh aku dan engkau tidak boleh tahu. Contoh : aku malas belajar.
Unknown Area (wilayah tak dikenal), mewakili hal-hal yang tidak diketahui baik oleh aku maupun engkau. Meskipun sulit untuk diketahui, tetapi harus disadari bahwa bagian diri ini ada dalam diri kita.

itulah rangkuman saya mengenai KONSEP DIRI yang telah dipresentasikan oleh kelompok 4... 
semoga sangat bermanfaat. ^^
Cr : buku psikologi komunikasi Nina M. Armando
Cr picture :



No comments:

Post a Comment