Berikut adalah pembahasan yang saya rangkum dan yang saya presentasiakan pada matkul Psikologi Komunikasi. semoga bermanfaat ^^
Atraksi berasal dari bahasa latin “attrahere (att: menuju)
dan “trahere”: menarik. Jadi, atraksi
interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif, dan daya tarik
seseorang. Atraksi berkaitan dengan daya tarik dalam komunikasi yang dapat
mendasari hubungan interpersonal.
Adapun proses umum dari Atraksi Interpersonal
adalah afiliasi, daya tarik, dan atraksi
interpersonal dan komunikasi.
A.
Afiliasi
Manusia adalah makhluk sosial. Kebanyakan dari waktu ke waktu yang kita
habiskan tentunya melibatkan orang lain dalam beberapa hal. Kecendrungan untuk berhubungan dengan jenisnya sendiri itulah
yang disebut dengan afiliasi.
Berikut adalah alasan-alasan mengapa manusia berafiliasi dan variasi-variasi
dalam afiliasi.
1.
Alasan-alasan untuk Berafiliasi
Terdapat beberapa alasan mengapa kita berafilisasi (bergabung dengan orang lain), disini akan dikemukakan tiga alasan penting, yaitu sebagai berikut :
Terdapat beberapa alasan mengapa kita berafilisasi (bergabung dengan orang lain), disini akan dikemukakan tiga alasan penting, yaitu sebagai berikut :
a. Alasan utama kita berafiliasi adalah
untuk mendapatkan imbalan sosial (social rewards).
b. Alasan lainnya mengapa seseorang
melakukan afiliasi adalah untuk mengurangi rasa takut. Misery loves company (kesengasaraan membutuhkan kawan).
c. Untuk mendukung sesuatu hal yang kita
percayai, kita membandingkannya dengan oranglain agar mendapatkan validasi.
Itulah pembandingan sosial, salah satu alasan yang kuat untuk melakukan
afiliasi.
2.
Variasi-variasi dalam Afiliasi
Tidak semua orang
mempunyai kebutuhan yang sama akan afiliasi, baik secara umum ataupun khusus
(misalnya akan ketakutan). Berikut adalah hal-hal yang berkaitan dengan
kebutuhan afiliasi.
a. Urutan kelahiran
b. Informasi
c. Attachment
B.
Daya Tarik (Atraksi)
Afiliasi
menyediakan imbalan sosial, tetapi kebanyakan kita membentuk pilihan untuk
bersama dengan individu dengan spesifikasi tertentu. Pilihan tersebut bagi
hubungan sosial mengindikasikan adanya daya tarik (atraksi interpersonal),
bukan hanya keinginan untuk afiliasi.
1. Model-model Daya Tarik
Daya tarik atau atraksi tidak hanya memiliki satu sebab, tetapi merupakan responss yang timbul dari berbagai alasan dan stimuli. Menurut Weber, ada dua model atraksi yang berdasarkan pada kekuatan imbalan, dan satu lagi menawarkan proses dimana imbalan bisa dievaluasi.
Daya tarik atau atraksi tidak hanya memiliki satu sebab, tetapi merupakan responss yang timbul dari berbagai alasan dan stimuli. Menurut Weber, ada dua model atraksi yang berdasarkan pada kekuatan imbalan, dan satu lagi menawarkan proses dimana imbalan bisa dievaluasi.
a. Model
imbalan Homan
Setiap interaksi yang kita lakukan ada pengorbanannya, bahkan transaksi bisnis kecil pun butuh waktu dan biaya.
Setiap interaksi yang kita lakukan ada pengorbanannya, bahkan transaksi bisnis kecil pun butuh waktu dan biaya.
b. Hukum ketertarikan Byrne
Don Byrne mengembangkan model serupa dengan prinsip imbalan Homans. Menurut Hukum Ketertarikan Byrne, semakin kuat usaha-usaha yang dilakukan untuk mendapat imbalan dari seseorang maka kita akan merasa semakin tertarik.
Don Byrne mengembangkan model serupa dengan prinsip imbalan Homans. Menurut Hukum Ketertarikan Byrne, semakin kuat usaha-usaha yang dilakukan untuk mendapat imbalan dari seseorang maka kita akan merasa semakin tertarik.
c. Model tahapan Mursteins
Model atraksi Bernard
Murstein (disebut sebagai model 3 tahapan: stimulus, nilai, dan peran)
mengatakan tidak.
3 tahapan yang dimaksud
adalah:
-
Pada
tahap stlimulus, kontak pertama dengan orang lain lebih menekankan pada hal-hal
yang eksternal sebagai hal yang penting.
-
Pada
tahap kedua dalam interaksi adalah tahap nilai; disini anda akan mengetahui
apakah sikap dan nilai yang anda miliki sama dengannya, seperti agama atau
gagasan politik.
-
Terakhir,
tahapan peran. Hal yang penting adalah apakah anda dan dia dapat membangun
peran yang kompatibel, saling mengisi, yaitu suatu cara untuk berhubungan satu
sama lain.
2.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Atraksi Interpersonal
Hal-hal yang dapat menentukan ketertarikan (Atraksi) dapat dibedakan menjadi faktor personal dan situasional. Jalaluddin Rakhmat mengidentifikasi faktor-faktor sebagai berikut.
Hal-hal yang dapat menentukan ketertarikan (Atraksi) dapat dibedakan menjadi faktor personal dan situasional. Jalaluddin Rakhmat mengidentifikasi faktor-faktor sebagai berikut.
a. Faktor personal
1) Kesamaan karakteristik personal
Kesamaan karakteristik personal ditandai dengan kesamaan dalam nilai-nilai sikap, keyakinan, tingkat/status sosial ekonomi, agama, dan ideologi.
1) Kesamaan karakteristik personal
Kesamaan karakteristik personal ditandai dengan kesamaan dalam nilai-nilai sikap, keyakinan, tingkat/status sosial ekonomi, agama, dan ideologi.
2) Tekanan emosional
Orang yang berada di bawah
tekanan emosional, cemas, dan stress, akan menginginkan kehadiran orang lain.
Pada kondisi ini, kecenderungan untuk lebih menyukai orang lain pada gilirannya
akan besar pula.
3) Harga diri yang rendah
Sebuah studi menunjukkan, apabila harga diri seseorang direndahkan maka hasrat afiliasi menjadi bertambah.
Sebuah studi menunjukkan, apabila harga diri seseorang direndahkan maka hasrat afiliasi menjadi bertambah.
4) Isolisasi sosial
Tidak dapat disangkal lagi bahwa manusia adalah makshluk sosial. Manusia mungkin tahan hidup terasing untuk sementara waktu, tetapi tidak untuk waktu yang lama
Tidak dapat disangkal lagi bahwa manusia adalah makshluk sosial. Manusia mungkin tahan hidup terasing untuk sementara waktu, tetapi tidak untuk waktu yang lama
b. Faktor situasional
1) Daya tarik fisik (physical attractiveness)
beberapa penelitian menunjukkan bahwa daya tarik fisik seseorang sering menjadi penyebab utama atraksi interpersonal.
2) Ganjaran (reward)
Kita menyenangi orang yang memberikan ganjaran kepada kita. Ganjaran itu dapat berupa bantuan, dukungan moral, pujian atau hal-hal yang meningkatkan harga diri kita.
3) Familiarity
Konsep ini artinya adalah hal-hal yang sering kita lihat atau sudah kita kenal dengan baik. Jika kita sering berjumpa dengan seseorang, kita akan menyukainya.
4) Kedekatan (proximity) dan closeness
Konsep ini erat kaitannya dengan familiarity. Hubungan kita dengan orang lain tergantung pada seberapa dekat orang tersebut dengan kita.
5) Kemampuan (competence)
1) Daya tarik fisik (physical attractiveness)
beberapa penelitian menunjukkan bahwa daya tarik fisik seseorang sering menjadi penyebab utama atraksi interpersonal.
2) Ganjaran (reward)
Kita menyenangi orang yang memberikan ganjaran kepada kita. Ganjaran itu dapat berupa bantuan, dukungan moral, pujian atau hal-hal yang meningkatkan harga diri kita.
3) Familiarity
Konsep ini artinya adalah hal-hal yang sering kita lihat atau sudah kita kenal dengan baik. Jika kita sering berjumpa dengan seseorang, kita akan menyukainya.
4) Kedekatan (proximity) dan closeness
Konsep ini erat kaitannya dengan familiarity. Hubungan kita dengan orang lain tergantung pada seberapa dekat orang tersebut dengan kita.
5) Kemampuan (competence)
Ada kecenderungan
bahwa kita menyukai orang-orang yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari kita
lebih berhasil dalam kehidupannya.
C.
Atraksi Interpersonal dan Komunikasi
Sulit untuk memisahkan atraksi
interpersonal dengan interaksi orang lain. Kebanyakan apa yang kita katakan sebagai hal yang menarik
akan terungkap hanya setelah kita melakukan kontak dengan orang lain.
Daya tarik seseorang sangat penting
bagi komunikasi interpersonal. Hubungan-hubungan kita dengan orang lain sedikit
banyak dipengaruhi oleh apakah kita menyukai orang lain atau tidak. Jika kita
menyukai seseorang, kita akan cenderung melihat segala hal yang berkaitan
dengannya secara positif. Sebaliknya, apabila kita tidak menyukainya, kita akan
melihatnya secara negatif.
Pentingnya daya tarik dalam komunikasi
juga dilandasi oleh adanya efek timbal balik dalam ketertarikan. Kita menjadi
tertarik pada seseorang yang tertarik kepada kita. Singkatnya, jika seseorang
menyukai kita maka kita balik menyukainya.
Orang yang memiliki daya tarik bagi
orang lain akan lebih dapat mempengaruhi pendapat dan sikap seseorang. Oleh
karena itu, penilaian dan penafsiran akan sesuatu juga dipengaruhi oleh sejauh
mana daya tarik orang tersebut bagi kita.
Cr : buku PSIKOLOGI KOMUNIKASI, Nina M. Armando
Cr : buku PSIKOLOGI KOMUNIKASI, Nina M. Armando
No comments:
Post a Comment