Sikap (attitude) merupakan salah satu pokok bahasan yang penting dalam dunia psikologi sosial.
Sikap dapat didefinisikan sebagai posisi yang diambil dan dihayati seseorang terhadap benda, masalah
atau lembaga.
menurut WEBER, sikap adalah sebuah reaksi evaluatif (suatu penilaian mengenai kesukaan dan ketidaksukaan seseorang) terhadap orang, peristiwa atau aspek lain dalam lingkungannya.
Dari berbagai definisi tampak bahwa ciri khas dari sikap adalah
1. Mempunyai objek tertentu (orang, perilaku, konsep, situasi, dan benda).
2. Mengandung penilaian (setuju-tidak setuju, suka-tidak suka) (Sarwono, S. 1997)
berikut perbedaan antara sikap dan sifat :
Sikap
(Attitude)
|
Sifat
(Trait)
|
Laten
|
Laten (tidak tampak dari luar)
|
Mengarahkan perilaku
|
Mengarahkan perilaku
|
Ada unsur penilaian terhadap objek sikap
|
Tidak selalu menilai, cenderung konsisten pada berbagai situasi,
tidak tergantung penilaian sesaat
|
Lebih bisa berubah/menyesuaikan
|
Menolak perubahan
|
B. Keterkaitan Sikap dan Perilaku
Terdapat tiga pendekatan untuk menjelaskan pengaruh perilaku terhadap sikap
1. Teori pernyataan diri (self presentation theory), orang yang cenderung lebih menyenangkan orang lain demi mempertahankan self image daripada mengungkapkan apa adanya.
2. Disonansi Kognitif, jika dua elemen kognitif (pikiran atau keyakinan) saling bertentangan orang akan merasa tegang, untuk menghilangkan ketegangannya dengan cara menyesuaikan salah satu elemen kognitif itu agar sama dengan elemen kognitif lainnya.
3. persepsi diri,, artinya apabila kita dapat menjelaskan perilaku kita dengan atribusi eksternel, kita cenderung menjelaskannya dari apa yang kita lihat atau dengar tentang perilaku kita sendiri.
Cr : buku PSIKOLOGI KOMUNIKASI, Nina M. Armando
No comments:
Post a Comment